Kami sangat butuh saran ataupun kritik, baik secara isi maupun tampilan, silahkan kirimkan ke email
Alamat e-mail ini dilindungi dari spam bots, anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya
dan kalo sahabat kehidupan punya bakat menulis.. ayo...kirimkan artikel2 yang dapat membangun alias memotivasi setiap para pembaca....
Dapatkan renungan Firman Tuhan dan artikel lainnya dari kami dengan berlangganan newsletter. GRATIS!
Search
Jam dan Kalender
Halaman Utama
Selamat Datang di Voice Of Life ministry
Voice Of Life(VOL) adalah sebuah Pelayanan apostolik
dengan sebuah pesan kehidupan yang disampaikan kepada generasi untuk membawa
mereka menemukan anugerah kehidupan yang disediakan Bapa bagi setiap anak manusia.
ApakahSCHOOL of LIFE itu? Lebih dari sekedar pengajaran tentang kehidupan, melainkan sebuah perjumpaan yang mengubahkan, pembersihan yang memulihkan, serta Paradigma baru tentang hakekat dan tujuan kehidupan.
Benih adalah MENABUR apa yang
sudah Tuhan berikan, untuk MENUAI apa yang sudah Tuhan janjikan. Apa yang kita
lakukan bagi orang lain, akan diperbuat Tuhan bagi kita. Tidak semua yang kita
miliki harus dihabiskan untuk dipakai, ada bagian dari kepemilikan kita menjadi
benih bagi janji-janji Tuhan di masa yang akan datang! Benih Anda adalah
suara masa depan Anda!
Yang membedakan injil Kerajaan Sorga dengan ritual agama adalah Kuasa
AnugerahNya yang membawa mereka yang percaya mengalami perjumpaan illahidengan kasihNya (Joshua
Guana Tandjung)
Apa
yang merubah kehidupan Saulus yang kemudian menjadi rasul
Paulus, bukan sebuah pengajaran baru melainkan sebuah perjumpaan illahi,
sebuah
pengalaman rohani yang mengubah
hidupnya.
Esensi dari sebuah ibadah sejati adalah penyembahan,
esensi dari sebuah penyembahan adalah masuk dalam perjanjian, sedangkan esensi
dari perjanjian adalah penyerahan diri karena kasih dalam ikatan janji.(Joshua Guana Tandjung)
Paulus
adalah seorang Penyembah sejati dengan kesediaannya menjadi persembahan yang
hidup untuk melakukan seluruh kehendak Tuhandalam hidupnya, ia bagaikan sebuah kemenyan yang dibakar dengan api yang
panas dan mengeluarkan bau harum yang naik ke hadiratNya.
Dosa tidak menyebabkan
manusia pertama kehilangan sebuah agama,melainkan kehilangan sebuah hubungan
dengan sumber kasih – Tuhan Pencipta.Oleh sebab itu rasa haus dan lapar dalam jiwa manusia akan kasih hanya
dapat dipuaskan melalui pemulihan hubungan kasih melalui RohNya bukan melalui
aktifitas agamawi. (Joshua Guana Tandjung)
Jangan jadikan TUHAN seperti seorang dewa, namun
jadikan Dia seorang sahabat terbaik, seorang Bapa yang siap menerima dan
menguatkan kita saat hati kitaberputus
asa dan lemah. Namun Ia juga seorang Raja yang berdaulat yang memerintah atas
semua makhluk.
Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka:
"Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan
bagimu?" Kata mereka: "Barabas."Matius 27:21
“Yesus
mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang
sakit.”Matius 9:12
Dia
MAU mati bagi
mereka yang tertolak; Dia MAU mati bagi mereka yang rusak; Dia MAU mati
bagi
Anda yang hancur; Dia MAU mati bagi mereka yang tidak punya jalan
keluar,
menderita, tanpa pengharapan, DIA MAU MATI BAGI BARABAS-BARABAS SEGALA
JAMAN!!
Berdoa, berpuasa dan memberi adalah tiga pilar ibadah,
mereka bagaikan penyangga tiga kaki yang bekerja sama dalam sebuah kesatuan.
Ketiadaan salah satu dari mereka akan menyebabkan
runtuhnya ibadah yang benar.
(Joshua Guana Tandjung)
Ibadah
yang benar memiliki tiga pilar yang dapat digambarkan seperti penyangga tiga
kaki (tripot) Penyangga tersebut hanya berdiri ketika ketiganya secara
berfungsi dalam sebuah kesatuan. Ketiga pilar tersebut adalahberdoa, berpuasa dan memberi.
Kristus
datang ke dunia untuk membawa seseorang menemukan ibadah yang sejati.
Ibadah yang sejati tidak dibangun oleh kekuatan dan usaha marusia, melainkan disebabkan
kehadiran kuasa dan anugerah sorgawi.
HakekatIbadah sejati adalah mendedikasikan hidup kepada pribadi Tuhan, bukan
kepada aktifitas atau kegiatan-kegiatan semata ataupun huruf yang tertulis. Keterlibatan
dalam kegiatan dan aktifitas dilakukan sebagai akibat seseorang membawa persembahan
kepada-Nya. Paulus tanpa ia sadari telah mendedikasikan dirinya
kepada hukum-hukum kebenaran dalam hukum taurat, namun ia tidak mengenal
KEBENARAN yang ia cari. Akibatnya ia yang mendedikasikan dirinya sebagaiPengabdiKebenaran, sebaliknya yang ia lakukan adalah menganiaya KEBENARAN.
Salah satu “kata sindiran”
dari Tuhan Yesus kepada Paulus, saat Tuhan menjumpai Paulus, "Saulus,
Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku (KEBENARAN) ?"
Kalau
kita tak pernah mendapat cobaan kita akan menjadi seperti kerang rebus yang
dijual secara obral di pinggir jalan. Sebaliknya kalau kita mampu menghadapi
cobaan bahkan mampu memberi manfaat pada org lain. Ketika kita mendapat cobaan,
kita akan menjadi mutiara di tempat terhormat, dan juga dipakai oleh
orang-orang terhormat.
Sebagaimana halnya dengan produk
yang palsu, mereka tidak pernah dibuat
berbeda melainkan mirip sehingga mata orang awam tidak dapat membedakan. Demikian halnya dengan ibadah
palsu, sekalipun mereka terlihat sama namun tetap berbeda dengan yang sejati,
sebab semua yang palsu memang serupa namuntidak sama. (Joshua Guana Tandjung).
Ketika
ia menemukan ibadah yang benar, halitu akan
memberikan dampak yang besar dalam
kehidupannya. Seorang yang sungguh-sungguh beribadah, ia tidak hidup
biasa-biasa, melainkan hidupnya akan dipenuhi dengan janji yang membuat
hidupnya menjadi
makmur, bagaikan pohon yang subur daunnya hijau serta menghasilkan buah.
Beberapa waktu yang lalu, majalah Time
meluncurkan sebuah artikel dengan judul “Where
Will the Next Five Big Earthquakes Be?” (Dimanakah Akan Terjadi Lima Gempa Terbesar?)
Berdasarkan sejarah masa lampau dan letak geografis daerah-daerah yang ada,
maka majalah ini menyebutkan 5 (lima)
tempat, yaitu:
Los Angeles; pada tahun 1994, terjadi gempa dengan ukuran 6.7 SR (skala Richter)
dengan korban 70 orang dan kerugian sebesar $20 milyar
Kesediaan memberi adalah jalan
yang membawa mereka keluar dari padang gurun kehidupan serta kunci membuka
Pintu Anugerah-Nya untuk menemukan oasis kehidupan(Joshua Guana Tandjung)
Hidupbagaikan cuaca ditengah sebuah
musim, sebuah perubahan yang tiba-tiba dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa diduga
sebelumnya. Dibutuhkan hikmat dan pengertian agar dapat melewatinya tanpa tersandung olehnya (Joshua Guana Tandjung)
Sebuah
perubahan yang tiba-tiba
Jadi sekarang,
hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana
kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang
kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok (Yakobus 4:13-14a)
Kehadiran Kerajaan Sorga melalui Kematian Kristus (1)
Hakekat kehidupanadalah sebuah
hubungan, hilangnya hubungan kasih mengakibatkan hilangnya sebuah kehidupan. (Joshua Guana Tandjung)
Kehilangan Terbesar
Ketika manusia pertama melakukan pelanggaran, mereka mengalami kehilangan
terbesar dalam hidup mereka. Mereka bukan kehilangan ritual agama melainkan
mereka kehilangan sebuah hubungan dengan dimensi sorgawi. Memang setelah Adam dan hawa makan buah pengetahuan baik dan jahat, mereka
masih hidup, namun mereka kehilangan kehidupan. They were still living, but they lost their life. Padahal
kebenaran-Nya mengajarkan kepada kita semua Hidup ditandai sebuah hubungan,
bagaimana makhluk hidupkhususnya
manusia dilahirkan di dunia? Dimulai dengan bertemu dan bersatunya sperma dan
sel telur yang disertai dengan kesediaan mereka meleburkan diri satu sama lain,
disanalah sebuah keajaiban terjadi, penciptaan !
Sebab Engkaulah yang
membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu
oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku
benar-benar menyadarinya.
Kehidupan bagaikan aliran air,
ketika bergerak, ia akan menghasilkan energi listrik dan ketikaia mengalir membasahi tempat-tempat yang
kering, disanakehidupan
dihadirkan.(Joshua Guana
Tandjung)
“What you heard from me, keep as the pattern of sound teaching, with faith and love in Christ Jesus. Guard the good deposit that was entrusted to you-guard it with the help of the Holy Spirit who lives in us.” (2 Timothy 1:13-14)